Home Network LTE – Next Generation of 4G
formats

LTE – Next Generation of 4G

Published on August 8, 2016, in Network, Teknologi.

LTE

Saat ini sedang booming para operator selular mengumumkan tentang 4G LTE. Masing-masing operator mendeklarasikan bahwa jaringannya sudah mendukung (support) 4G LTE. Sebenarnya apa sih 4G LTE itu ? apakah memang teknologi baru atau sudah lama ada ? yuk kita bahas… ^.^

4G LTE adalah istilah yang berarti fourth Generation. Maksudnya hal ini mengacu pada teknologi generasi ke-4 untuk telepon selular dan perangkat berbasis sinyal (wirelless). 4G merupakan pengembangan dari teknologi 2G, 3G yang sebelumnya sudah ada. Tentunya, teman-teman pernah mendengar mengenai 3G di smarphone, nah 4G ini adalah teknologi penerusnya.

SMART-Prepaid-LTE-Prices-Keywords

Sebelum saya membahas mengenai 4G, saya sampaikan sedikit informasi mengenai teknologi 2G dan 3G.

Teknologi pada 2G

2G (atau 2-G) adalah singkatan dari teknologi generasi kedua telepon seluler. Teknologi seluler ini hadir menggantikan teknologi seluler pertama, 1G yang menggunakan sistem analog seperti AMPS (Advanced Mobile Phone System). 2G merupakan jaringan telekomunikasi selular yang diluncurkan secara komersial pada jaringan GSM standar di Finlandia oleh Radiolinja (sekarang bagian dari Elisa) pada tahun 1991. Berbeda dengan 1G, 2G menggunakan sistem digital. Selain melayani komunikasi suara, 2G juga dapat melayani komunikasi teks, yakni SMS. (Wikipedia)

Teknologi pada 3G

3G (dari bahasa Inggris: third-generation technology) merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan telepon selular. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan kaki. Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan video. 3G mengalahkan semua pendahulunya, baik GSM maupun GPRS. Beberapa perusahaan seluler dunia akan menjadikan 3G sebagai standar baru jaringan nirkabel yang beredar di pasaran ataupun negara berkembang. (Wikipedia)

network-type-comparison2

Ada dua sistem jaringan yang secara komersial digunakan pada teknologi 4G yaitu standar Mobile WiMAX dan standar LTE. Sebelumnya saya sudah pernah membahas teknologi WiMAX.

Di indonesia, WiMAX pertama kali diluncurkan oleh PT. Firstmedia dengan nama dagang PT. Sitra WiMAX tahun 2010. Sedangkan LTE diluncurkan oleh PT. Internux dengan merk dagang Bolt Super 4G LTE tanggal 14 November 2013, kalau teman-teman pernah menggunakan Bolt, mereka pernah mengklaim bahwa teknologi/infrastruktur yang mereka pakai adalah teknologi baru dan belum ada di indonesia yaa.. saya pastikan, bahwa itu benar.

3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA namun jaringan LTE ini antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu download sampai dengan tingkat 300mbps dan upload 75mbps. Layanan LTE pertama kali diadopsi oleh operator seluler TeliaSonera di Stockholm (Swedia) dan Oslo (Norwegia) pada tanggal 14 desember 2009.

LTE disebut-sebut sebagai jaringan nirkabel tercepat saat ini, sebagai penerus jaringan 3G. LTE bahkan diklaim sebagai jaringan nirkabel yang paling cepat pertumbuhannya. LTE adalah teknologi yang didaulat akan menggantikan UMTS/HSDPA. Walaupun dipasarkan sebagai teknologi 4G, LTE yang dipasarkan sekarang belum dapat disebut sebagai teknologi 4G sepenuhnya karena LTE yang di tetapkan 3GPP pada release 8 dan 9 belum memenuhi standarisasi organisasi ITU-R. Adapun teknologi yang dipastikan akan memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai teknologi 4G adalah LTE Advanced.

4glte

Teknologi 4G LTE

Teknologi LTE menggunakan frekuensi yang disebut dengan FDD, TDD, dan LTE ADVANCED. Jadi saya pastikan bahwa LTE ini bukan GSM dan bukan CDMA ( tidak menggunakan frekuensi GSM dan frekuensi CDMA ).

4G LTE FDD

FDD kependekan dari Frequency Division Duplexing, cara pengantaran data menggunakan dua buah channel yang berbeda antara transmit dan receive. Metode ini juga yang sekarang banyak dipakai di Indonesia dan negara Asia Tenggara. Memiliki keunggulan lebih jarang terkena gangguan interferensi dan resepsi penerimaan yang baik. Duplexing sendiri merupakan istilah di mana sebuah smartphone dapat menerima dan mengirim data dalam waktu yang bersamaan. Berbeda dengan Simplexing dimana kegiatan menerima dan mengirim data tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sama. seperti halnya pada Walkie-talkie.

Kebanyakan operator seluler GSM seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat saat ini masih menggunakan teknologi LTE FDD. Teknologi FDD sendiri berjalan pada dua frekuensi yang berbeda, yakni pada frekuensi 800MHz dan 1800MHz. Menggunaakn teknologi ini memiliki kelebihan pada keseimbangan antara upload dan download, karena masing-masing berjalan pada frekuensi yang berbeda. Cara kerja FDD sendiri diklasifikasikan sebagai sistem full duplex. Ini berarti bahwa baik upload dan download selalu tersedia. Karena FDD menggunakan dua saluran yang berbeda untuk mengunduh dan mengunggah data.

LTE-FDD-TDD-Difference-1

4G LTE TDD

Sedangkan TDD kependekan dari Time Division Duplexing, dimana data diantarkan dan diterima dalam satu channel frekuensi yang sama, hanya dengan pemisahan jeda waktu yang singkat. Keunggulan cara ini, karena pengiriman dan penerimaan data hanya menggunakan satu channel, maka kapasitas yang tersedia bisa menjadi lebih besar dibanding FDD. Sangat cocok untuk data yang dikirimkan secara asimetris, misalnya untuk browsing internet, video surveillance atau broadcast.

Teknologi TDD sendiri diklasifikasikan sebagai sistem setengah duplex dan berada pada frekuensi 2.300MHz yang memiliki karakteristik sangat cepat ketika memberi akses unduh (download). Namun untuk kecepatan akses unggah (upload) cenderung lemah atau lambat. Hal ini disebabkan karena proses mengirim dan menerima data terjadi pada frekuensi yang sama, tetapi masing-masing hanya berlangsung sepersekian detik, bergantian antara keduanya dan tidak begitu terasa. Teknologi TDD sendiri sangat cocok untuk data yang dikirimkan secara asimetris, misalnya untuk browsing internet, video surveillance atau broadcast. TDD dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk bagian yang membutuhkan lebih banyak bandwidth, sehingga menyeimbangkan beban data.

TDD_FDD

4G LTE Advanced

LTE Advanced atau yang sering disebut 4G+ merupakan pengembangan lanjutan dari teknologi LTE yang memungkinkan jaringan menerapkan kedua teknologi FDD (frequency division duplex) dan TDD (time division duplex) secara bersamaan. LTE Advanced memiliki pencapaian coverage area yang lebih luas, lebih stabil dan lebih cepat. Biasanya pengembangan ini dicapai di antaranya dengan penggunaan teknik multi antena (MIMO), dan penambahan Relay Nodes. Beberapa operator seperti di Korea Selatan dan Jepang sudah menggunakan teknologi ini. Hasilnya yang terlihat adalah transmit data yang lebih cepat. Kalau biasanya pada LTE Standard kecepatan download real mencapai 10-100 Mbps, dengan teknologi LTE Advance kecepatan tersebut meningkat menjadi 100-300Mbps.

Operator seluler seperti Smartfren, telah menggunakan teknologi 4G LTE Advanced pada layanannya. Dengan menggabungkan LTE FDD dan TDD, layanan 4G LTE smartfren mencakup semua layanan 4G LTE yang berlaku di Indonesia, yakni pada frekuensi 900MHz hingga 2300MHz. CNN – Alasan Smartfren Menggunakan Teknologi LTE Advanced. Dengan menggunakan layanan yang sudah dikembangkan ini, akses data akan meningkat. Jika menggunakan 4G LTE biasa kecepatan transfernya antara 10-100Mbps. Sedangkan jika menggunakan LTE Advanced, kecepatan transfer data mencapai 100-300Mbps. Operator seluler Indonesia yang sudah menerapkan 4G LTE Advanced baru Smartfren saja, namun Indosat Ooredoo juga akan menyusul Smartfren dengan menggunakan frekuensi 2.300MHz pada tahun ini. Tabloid Pulsa – 2.300 MHz Indosat Siap Meluncur

MIMO

LTE juga memiliki kategori pada frekuensi nya, yaitu :

LTE-CAT

 

Sampai saat ini LTE masih menjadi primadona jaringan seluler yang menjanjikan kecepatan akses data, tapi bukan hal yang tidak mungkin nantinya akan muncul teknologi baru yang lebih mumpuni dan bisa menyaingi LTE.

Demikian bahasan saya mengenai LTE, semoga bisa menjadi bacaan yang bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita. ^.^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>